Tragedi Berdarah di Balochistan: 250 Tewas dalam Serangan Terkoordinasi BLA, Pakistan Siaga Satu
QUETTA – Provinsi Balochistan, Pakistan, kembali membara setelah serangkaian serangan terkoordinasi yang diluncurkan oleh kelompok separatis sejak Sabtu pekan lalu. Hingga Rabu (4/2/2026), laporan resmi mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas telah mencapai sedikitnya 250 orang, menjadikannya salah satu eskalasi kekerasan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Operasi Militer Skala Besar: 197 Militan Dilumpuhkan
Pemerintah Pakistan merespons serangan ini dengan operasi kontra-terorisme besar-besaran. Menurut sumber pejabat yang dikutip oleh AFP, pasukan keamanan berhasil menewaskan 197 teroris dalam kontak senjata yang masih berlangsung hingga hari ini.
Namun, kemenangan di medan tempur ini harus dibayar mahal. “Setidaknya 36 warga sipil dan 22 personel keamanan gugur selama serangan tersebut,” lapor sumber tersebut.
Siapa BLA dan Mengapa Mereka Menyerang?
Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army/BLA) adalah dalang di balik pertumpahan darah ini. Kelompok yang telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat ini telah memperjuangkan separatisme selama beberapa dekade di wilayah yang kaya mineral namun tertinggal secara ekonomi tersebut.
Target Utama BLA meliputi:
-
Pasukan Keamanan: Pos pemeriksaan dan pangkalan militer.
-
Warga Non-Lokal: Pekerja dari provinsi lain di Pakistan yang dianggap sebagai “penjajah”.
-
Investasi Asing: Pekerja perusahaan energi dan infrastruktur internasional (termasuk proyek-proyek besar yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran).
3 Topik Menarik: Mengapa Konflik Ini Penting bagi Dunia?
Untuk memahami mengapa krisis Balochistan menarik perhatian global, berikut adalah beberapa poin krusialnya:
| Topik | Dampak Signifikan |
| Keamanan Energi Global | Balochistan adalah rumah bagi cadangan gas alam dan mineral yang masif. Ketidakstabilan di sini mengancam pasokan energi regional dan investasi asing. |
| Geopolitik Perbatasan | Letaknya yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran membuat konflik ini rawan meluap ke negara tetangga, memicu ketegangan diplomatik di Asia Selatan. |
| Ancaman terhadap Infrastruktur | Tahun lalu, BLA menyerang kereta api berpenumpang 450 orang. Serangan terkoordinasi kali ini membuktikan bahwa mereka memiliki logistik yang semakin canggih. |
Janji Pemerintah: “Kami Tidak Akan Membiarkan Mereka Pergi”
Menteri Utama Balochistan, Sarfraz Bugti, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mundur selangkah pun. Dalam konferensi pers terbaru, ia menyatakan bahwa seluruh distrik yang sempat diduduki telah berhasil “dibersihkan” oleh militer.
“Kami sedang mengejar mereka. Kami tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja. Kedaulatan Pakistan adalah harga mati,” tegas Bugti.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di beberapa titik perbatasan masih dilaporkan tegang. Warga sipil diimbau untuk tetap waspada sementara patroli militer diperketat di seluruh penjuru provinsi.
