Uji Coba Biodiesel 50% B50 Sudah Tembus 20 Ribu Kilometer

Menuju Mandatori B50: Uji Jalan Tembus 20.000 KM, ESDM Sasar Sektor Tambang

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memacu kesiapan implementasi bahan bakar nabati dengan kadar yang lebih tinggi. Saat ini, proses uji jalan (road test) untuk Biodiesel 50% (B50) pada kendaraan roda empat telah berhasil menembus jarak 20.000 kilometer (km).

B50

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa meskipun fokus utama tahun 2026 adalah pelaksanaan mandatori B40, pengujian B50 tetap dilakukan secara paralel guna memastikan ketahanan mesin di masa depan.

“Di sektor otomotif kecil seperti mobil, per hari ini pengujian sudah mencapai 20.000 km. Target kami adalah menembus 50.000 km untuk memastikan keandalan teknis sebelum benar-benar masuk ke tahap komersialisasi,” ujar Eniya dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).


Perluasan Uji Coba ke Sektor Alat Berat di Kalimantan

Tak hanya menyasar mobil penumpang, pemerintah mulai melirik sektor yang lebih berat. Minggu ini, pengujian B50 resmi diekspansi ke sektor pertambangan.

Bahan bakar campuran sawit tersebut telah dikirim ke Kalimantan untuk diuji coba secara langsung pada kendaraan operasional tambang, termasuk unit dump truck berkapasitas besar. Langkah ini krusial mengingat mesin industri memiliki beban kerja yang jauh lebih berat dibandingkan kendaraan pribadi.


Intisari Berita (Key Highlights)

  • Progres Uji Jalan: Kendaraan kecil telah mencapai 20.000 km dari target total 50.000 km.

  • Status Kebijakan: Tahun 2026 tetap difokuskan pada mandatori B40, sementara B50 masih dalam tahap pengujian teknis lapangan.

  • Ekspansi Sektor: Pengujian B50 mulai merambah sektor pertambangan di Kalimantan menggunakan alat berat (dump car).

  • Tujuan Utama: Menjamin performa mesin tetap optimal dan meminimalisir risiko kerusakan teknis pada kadar campuran sawit yang lebih tinggi.


Topik Pembahasan Menarik: Mengapa B50 Begitu Krusial?

1. Ketahanan Energi dan Kemandirian Nasional

Dengan meningkatkan kadar biodiesel hingga 50%, Indonesia berpotensi memangkas impor solar secara signifikan. Hal ini tidak hanya memperkuat cadangan devisa negara, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga minyak dunia.

2. Tantangan Teknis: Viskositas dan Filter Solar

Salah satu topik yang sering diperdebatkan adalah efek pembersihan (cleaning effect) dari biodiesel. Semakin tinggi kadar sawit, semakin kuat sifat pelarutnya yang berisiko menyumbat filter solar pada mesin-mesin tua. Uji jalan hingga 50.000 km inilah yang akan menjawab apakah teknologi mesin saat ini sudah siap atau memerlukan penyesuaian komponen.

3. Dampak Ekonomi bagi Petani Sawit

Peningkatan serapan CPO (Crude Palm Oil) untuk kebutuhan domestik (B50) diprediksi akan menjaga stabilitas harga TBS (Tandan Buah Segar) di tingkat petani. Ini menjadi katalis positif bagi kesejahteraan sektor hulu kelapa sawit Indonesia.

slotbola88

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*