Astra Group Perkuat Dominasi di MMLP: Anak Usaha Borong Saham Senilai Rp310 Miliar
JAKARTA – Raksasa konglomerasi Astra Group melalui anak usahanya, PT Saka Industrial Arjaya (SIA), resmi mempertebal kepemilikan saham di emiten pergudangan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP). Langkah strategis ini mengukuhkan posisi Astra sebagai pemegang saham pengendali mayoritas di sektor logistik dan properti industri.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (5/1/2026), SIA melakukan pembelian sebanyak 534.813.870 lembar saham MMLP pada 30 Desember 2025. Transaksi ini dilakukan pada harga Rp580 per saham, dengan total nilai investasi mencapai Rp310,19 miliar.
Struktur Kepemilikan Terbaru
Dengan aksi korporasi ini, komposisi hak suara SIA di MMLP mengalami lonjakan signifikan:
-
Sebelum Transaksi: 5.764.371.329 saham (83,67%)
-
Setelah Transaksi: 6.299.185.199 saham (91,43%)
“Tujuan transaksi adalah investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulis manajemen dalam laporan resminya.
Intisari Berita (Key Highlights)
-
Ekspansi Agresif: Astra Group melalui SIA kini menguasai lebih dari 91% saham MMLP, mendekati ambang batas free float bursa.
-
Nilai Investasi: Penambahan modal sebesar Rp310,19 miliar menunjukkan kepercayaan diri Astra terhadap prospek sektor logistik nasional.
-
Portofolio Strategis: MMLP memiliki 13 gudang modern dengan luas sewa (NLA) mencapai 546.000 meter persegi di Jabodetabek dan Surabaya.
-
Visi Diversifikasi: Akuisisi ini adalah bagian dari strategi Astra Property untuk mendiversifikasi aset dari residensial ke properti industri yang menghasilkan recurring income.
Analisis & Topik Pembahasan Terkait
1. Konsolidasi Logistik di Bawah Bendera Astra
Akuisisi ini bukan sekadar angka di atas kertas. Dengan menguasai MMLP, Astra Property kini memiliki akses langsung ke infrastruktur logistik yang kritikal. Hal ini menciptakan sinergi dengan lini bisnis otomotif dan distribusi milik Grup Astra yang membutuhkan efisiensi rantai pasok tinggi.
2. Potensi Capital Recycling dan Dana Pihak Ketiga
Grup MMP tidak hanya mengelola aset yang ada, tetapi juga memiliki cadangan lahan (landbank) seluas 45 hektare di lokasi premium. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan capital recycling—menjual aset matang untuk mendanai pembangunan baru—atau membentuk kemitraan strategis dengan investor global untuk pengelolaan dana pihak ketiga.
3. Dampak terhadap Likuiditas Saham di Bursa
Dengan kepemilikan SIA yang mencapai 91,43%, jumlah saham beredar di masyarakat (public float) kini berada di bawah 10%. Hal ini memicu spekulasi pasar mengenai potensi aksi korporasi lanjutan, seperti go private atau delisting sukarela, meskipun fokus saat ini tetap pada pengembangan bisnis operasional.
4. Outlook Sektor Pergudangan 2026
Permintaan gudang modern diprediksi tetap kuat seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan industrialisasi di Indonesia. Fokus MMLP pada kawasan Jabodetabek dan Surabaya menempatkan mereka di jantung aktivitas ekonomi nasional. Grup Astra