Ketegangan Puncak Teheran-Washington: Iran Ancam Balasan ‘Habis-Habisan’ Jika AS Menyerang
TEHERAN – Eskalasi geopolitik antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat kini berada di titik nadir. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka melayangkan peringatan keras bahwa Teheran siap meluncurkan serangan balasan besar-besaran jika kedaulatan mereka kembali diganggu oleh agresi militer Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui artikel opini di The Wall Street Journal pada Selasa (20/1/2026). Araghchi menegaskan bahwa kekuatan militer Iran tidak akan ragu untuk merespons serangan apa pun, merujuk pada ketajaman militer mereka saat konflik singkat dengan Israel pada Juni tahun lalu.
Pesan Tegas: Bukan Sekadar Gertakan
“Pasukan bersenjata kami tidak memiliki keraguan untuk membalas dengan semua yang kami miliki. Konfrontasi habis-habisan pasti akan berlangsung sengit dan jauh lebih lama daripada garis waktu fantasi yang dijajakan Israel ke Gedung Putih,” tulis Araghchi.
Ia menambahkan bahwa transparansi peringatan ini bertujuan untuk menghindari salah kalkulasi yang bisa memicu perang regional. Menurutnya, konflik berskala besar di Timur Tengah dipastikan akan meluas dan berdampak pada stabilitas ekonomi serta keamanan global.
Topik Pembahasan Menarik: Mengapa Situasi Ini Berbahaya?
Untuk memahami kedalaman konflik ini, berikut adalah tiga poin krusial yang menjadi perhatian pengamat internasional:
-
Sentimen Personal dan Ancaman Trump: Ketegangan ini dipicu oleh narasi ekstrem dari Presiden AS Donald Trump. Dalam wawancara dengan News Nation, Trump mengancam akan menghapus Iran “dari muka bumi” jika terdapat bukti keterlibatan Teheran dalam upaya pembunuhan terhadap dirinya.
-
Mobilisasi Militer Nyata: Ini bukan sekadar perang urat syaraf. Data pelacakan kapal menunjukkan kapal induk USS Abraham Lincoln telah melewati Selat Malaka. Posisi ini menempatkan armada tempur AS hanya dalam hitungan hari dari jangkauan operasional di Timur Tengah.
-
Doktrin Keamanan Iran: Pernyataan Jenderal Abolfazl Shekarchi mempertegas bahwa Iran menggunakan doktrin “bumi hangus” jika pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei terancam. Hal ini menandakan bahwa Iran siap mengorbankan stabilitas kawasan demi proteksi rezim.
Intisari Berita (Key Highlights)
Sebagai referensi cepat, berikut adalah poin-poin utama dari krisis Teheran-Washington saat ini:
-
Status Siaga: Iran telah resmi menutup wilayah udaranya sejak pekan lalu sebagai langkah antisipasi serangan udara mendadak.
-
Ancaman Balasan: Menlu Iran menyebut narasi “perang singkat” yang dibayangkan AS dan Israel adalah sebuah fantasi berbahaya.
-
Pergerakan Armada AS: Kapal induk USS Abraham Lincoln sedang menuju Samudra Hindia, memperkuat kehadiran militer AS di dekat Teluk Persia.
-
Risiko Global: Eskalasi ini mengancam jalur pasokan energi dunia dan stabilitas ekonomi makro di awal tahun 2026.
